Friday, December 9, 2016

Belajar Menabung

Diposkan oleh Martina Felesia di 8:09 PM
Aku ingat orangtuaku selalu mengingatkan aku untuk rajin menabung.  Belajar berhemat.  Belajar menyisihkan sedikit dari uang yang kita punya.  Aku tidak mengerti.  Mengapa aku harus rajin menabung.  Apalagi harus belajar berhemat.  Aku suka sekali jajan.  Mungkin salah satu hobiku adalah jajan dan makan.

Di sekolah, dalam setiap pengajarannya, Ibu dan Bapak guru juga selalu mengingatkan untuk menabung.  "Belajar menabunglah, Nak!  Suatu saat nanti semua akan berguna bagi kamu sendiri."

Aku tambah bingung.  Kalau uang sakuku harus kutabung, lalu untuk apa aku diberi uang saku?  Bukankah uang saku itu diberikan untuk membantu aku jika mulai terasa lapar di saat bekal yang kubawa dari rumah mulai habis?  Ah, aku sungguh tidak mengerti.

Tapi, di tengah ketidakmengertianku, sedikit demi sedikit aku mulai belajar menabung.  Uang saku yang kuterima dari Ibuku tidak semuanya kubawa ke sekolah.  Hanya separuh yang kubawa.  Separuhnya lagi kutinggal di rumah.  Sebagai gantinya, aku berusaha membawa dua bekal dari rumah.  Tak lupa aku juga membawa sebotol besar air putih untuk minum di sekolah.  Sebisa mungkin aku menahan diri supaya tidak jajan.  Untuk melupakan hobi jajan, aku menghabiskan waktu istirahatku dengan bermain di halaman atau membaca buku di perpustakaan.  Aku ingin hidup hemat sesuai nasehat kedua orangtuaku.
Tanpa terasa, sudah berbulan-bulan aku menabung.  Aku sudah terbiasa untuk tidak jajan di kantin atau jajan di warung dekat sekolah.  Setiap keinginanan jajan itu datang, aku selalu ingat, bahwa aku sudah makan bekal yang kubawa dari rumah.
Pada bulan Desember, iseng-iseng aku mengangkat celenganku.  Waduh...ternyata sudah berat.  Uang receh yang rajin kumasukkan ke dalamnya selama berbulan-bulan rupa-rupanya mulai berbuah.  Aku senang sekali.  Setiap hari aku mengangkat-angkat celenganku.  Sudah tak sabar rasanya aku pergi nonton bioskop dengan uang hasil tabunganku sendiri.

Satu minggu sebelum Natal, sesudah mengambil raport semester pertama, aku mengambil celenganku.  Aku minta iin kepada Ibu untuk membongkar celengan itu.  Dan aku sangat senang ketika Ibu mengangguk tanda setuju.  Dengan bersemangat dibantu adikku, kami berdua mulai membongkar dan menghitung setiap receh yang ada di dalamnya.

Akhirnya.....Rp149.900.  Itu jumlah total uangku.  Uang yang kutabung sendiri. Uang yang kukumpulkan berbulan-bulan. Sungguh bahagia rasa hatiku.

Ternyata, menabung itu susah sekali.  Harus ada kemauan dan niat.  Sekarang aku baru tahu bagaimana rasanya mencari uang.  Bagaimana rasanya mengumpulkan uang sen demi sen.  Aku jadi lebih mengerti kedua orangtuaku.  Suatu saat nanti, aku pasti akan membahagiakan mereka berdua.

0 komentar:

Post a Comment

 

All About Kids Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting