Sunday, May 29, 2011

Cingcing si Kucing

Diposkan oleh Martina Felesia di 7:50 PM
Suatu hari Cingcing si kucing kehilangan mamanya.  Ia sibuk mencari-cari di mana mama dan kedua saudaranya yang lain yaitu Cingcung dan Cingcong.  Di lihatnya tempat tidur Cingcung dan Cingcong sudah tertata rapi pagi itu, tapi ia tidak bisa menemukan mereka.  Ia menuju dapur dan dilihatnya segelas susu bagiannya sudah mulai dingin sementara mama kucing tidak terlihat di dapur.

Cingcing mulai panik.  Ia berteriak memanggil-manggil mamanya.  Mula-mula pelan.  Lama-lama keluarlah tangisannya yang begitu kencang.  "Mamaaaa..............di mana mama? Wuaaaa...........!!!"

Pak Bul si anjing buldog mendengar suara Cingcing meraung-raung.  Dengan spontan ia berlari menuju rumah Cingcing untuk melihat apa yang terjadi.  Jangan-jangan ada penjahat yang berusaha untuk masuk ke dalam rumah.  Tergopoh-gopoh Pak Bul segera mencari keberadaan Cingcing.

"Cingcing, ada apa? Mengapa kamu menangis sekencang itu?" tanya Pak Bul.  Dilihatnya Cingcing sedang meringkuk sedih di kursi.

"Aku kehilangan mamaku.....di mana mamaku Pak Bul?  Apakah bapak melihatnya?" tanya Cingcing sembari terisak-isak.

"Sebenarnya sih aku tidak melihatnya," jawab pak Bul, "tapi jika engkau mau aku bisa menemanimu mencari mama dan kedua saudaramu," jawab pak Bul lagi.

Cingcing agak terhibur mendengar jawaban Pak Bul.  Dengan bersemangat ia mengikuti pak Bul untuk bersama-sama mencari mamanya.

Di luar mereka berjumpa dengan ibu Titik si itik yang sedang menjemur pakaian.  Tampaknya ibu Titik sedang sibuk sekali pagi itu.  Hanya saja daripada tidak bertanya sama sekali, Cingcing dan pak Bul akhirnya menghampirinya untuk menanyakan keberadaan nyonya kucing.

"Maaf, bu Titik, apakah engkau melihat mamanya Cingcing hari ini?  Ia ketakutan sekali melihat mama dan kedua saudaranya tidak berada di rumah pagi ini," tanya pak Bul.

"Waduh, aku tidak melihatnya," jawab bu Titik," sejak pagi aku  sibuk menyiapkan bekal sekolah untuk anak-anakku," kata bu Titik lagi.

"Sekolah?" tanya Cingcing tiba-tiba. "Aku ingat sekarang, mama berjanji mengantar kami ke sekolah hari ini!  Apa mungkin mama mengantar Cingcung dan Cingcong ke sekolah ya?"

"Kami???" tanya pak Bul dan bu Titik bersamaan.

Cingcing kucing tertunduk malu," Iya.....seharusnya kami bertiga harus masuk sekolah hari ini.  Hanya saja aku ngantuk sekali waktu mama membangunkan aku tadi pagi."

Pak Bul dan bu Titik saling memandang.  Mereka hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Cingcing.

"Kalau begitu, ayo kita tunggu mamamu di rumahku!" ajak pak Bul. "Istriku membuat roti bolu yang enak sekali tadi pagi".

Tak lama kemudian mama kucing datang.  Ia meninggalkan dua saudara Cingcing di sekolah karena ia cemas meninggalkan Cingcing di rumah sendirian.  Bergegas ia pulang dan menjemput Cingcing di rumah pak Bul setelah bu Titik memberitahunya barusan.

"Mamaaa.......!" seru Cingcing riang ketiak melihat ibunya. "Mulai besok aku tidak akan tidur terlalu malam lagi, Ma!  Supaya aku besok tidak terlambat masuk sekolah!" kata Cingcing sambil memeluk mamanya.

"Bagus kalau begitu," jawab mamanya lembut.  "Mulai nanti malam, kamu harus tidur agak awal, supaya besok tidak ngantuk jika mama bangunkan.  Menonton TV terlalu banyak tidak baik untuk anak sekolah.  Membuat pikiran capek dan tidak berkonsentrasi.  Bagaimana bisa pintar kalau waktu nonton TV atau main game lebih banyak daripada waktu untuk belajar?" kata mama kucing lagi.

"Maafkan aku, Ma!  Mulai sekarang aku berjanji untuk menjadi kucing yang pintar dan patuh pada kata-kata mama!" jawab Cingcing lagi.

Mama kucing memeluk Cingcing dengan sayang.  Setelah mengucapkan terima kasih kepada pak Bul dan istrinya, mereka berdua segera pulang ke rumah karena mama harus menyiapkan makan siang untuk mereka semua. 

Sejak saat itu, Cingcing dan kedua saudaranya selalu pintar membagi waktu.  Mereka akan mematikan TV jika waktu belajar tiba.  Setiap hari mereka belajar tanpa di suruh mama.  Ternyata bersekolah itu menyenangkan dan belajar itu membuat pintar.

0 komentar:

Post a Comment

 

All About Kids Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting