Tuesday, January 11, 2011

Kecoak dan Cicak

Diposkan oleh Martina Felesia di 12:53 PM
Seekor kecoak meloncat keluar dari saluran air di kamar mandi.  Ia heran mengapa ia tidak bisa menemukan kecoak lainnya di kamar mandi itu.  Di tempat lain biasanya ia bertemu dengan tiga atau empat ekor kecoak sekaligus.  Bahkan tak jarang ia bisa menemukan cacing dan lipan2 kecil di dalamnya.

Sang kecoak mulai mengamati sekitarnya.  Perlahan tapi pasti, ia berjalan berkeliling di dalam kamar mandi.  Ia melihat lantai kamar mandi yang bersih.  Ia melihat dinding kamar mandi  tanpa ternoda kotoran sedikitpun.  Ia melihat tidak ada handuk atau pakaian kotor berserakan atau ditaruh sembarangan.  Semua rapi tersimpan di dalam ember cucian.  Ia juga melihat, bahwa semua barang2 kebutuhan kamar mandi berada tepat di tempatnya.  Tidak ditaruh sembarangan sehingga menimbulkan kesan berantakan.

Kecoak itu berkeliling lagi.  Ia mulai gelisah.  Tidak biasanya ia tersesat di tempat sebersih ini.  Ia menghirup bau wangi pengharum lantai.    Hhmm.....wangiiii.......!  Pantas tidak satu ekor kecoak pun yang ia jumpai di sini.  Tidak ada suasana kotor di mana teman2nya biasa berkumpul di sana.  Semua bersih dan wangi.

"Hai......!  Siapa kamu?" tiba-tiba si Kecoak mendengar suara dari dinding kamar mandi.  Seekor cicak sedang merayap di sana dan sedang mencoba berbicara dengannya.  Si Cicak dengan ramah menghampiri sang kecoak yang sedang kebingungan.

"Hai....!  Aku Kecoak!  Kamu siapa?" ia balas bertanya.  Tanpa malu2 lagi ia pun menghampiri si Cicak.

"Aku Cicak.....!  Aku penghuni tetap rumah ini!" kata cicak mencoba menjelaskan.  "Kenapa kamu ada di sini?" ia bertanya lagi.

"Iya nih, aku sedang mencari teman2ku.  Ternyata tidak satu pun kujumpai mereka di sini.  Rumah ini terlalu bersih dan rapi.  Tidak mungkin mahkluk2 kotor seperti kami tahan berada di sini!" si Kecoak melanjutkan.

"Ooo...memang betul itu!  Penghuni rumah ini sangat menjaga kebersihan.  Bunda tidak bisa melihat rumahnya kotor.  Itu sebabnya sejak kecil anak2 diajarkan cara menjaga kebersihan.  Membuang sampah harus di tempatnya.  Menyikat gigi sebelum tidur dan saat bangun tidur.  Menaruh baju2 kotor pada tempatnya dan membersihkan tempat tidur setiap hari," Cicak menjelaskan panjang lebar.

"Kalau begitu aku salah masuk.  Biasanya aku masuk ke kamar mandi yang jorok, melompat-lompat di dapur yang penuh sampah.  Senang rasanya berada di tempat kotor seperti itu!" kata si Kecoak.

"Kalau begitu kamu harus segera pergi dari sini.  sebelum Bunda melihatmu dan memukulmu dengan sapu.  Ayo!  Cepat pergilah!  Biasanya tidak ada kecoak yang selamat jika sudah bertemu dengan sang nyonya rumah ini!" kata Cicak mengingatkan.

"Baiklah, Cicak!  Aku akan segera pergi.  Terimakasih atas peringatannya.  Aku tidak akan salah masuk rumah lagi.  selamat tinggal Cicak...!" kata Kecoak sambil berlari ke tempat saluran pembuangan air di kamar mandi. 

"Oke....selamat jalan Kecoak!" kata Cicak bersemangat.

Sejak saat itu, Kecoak sangat berhati-hati memilih rumah yang akan dia masuki.  Jika terlihat rapi dan bersih, ia tidak akan berani menerobos masuk.  Tapi jika rumah itu jorok, kotor dan bau, ia dengan senang hati akan mengundang teman2nya untuk memasuki rumah itu.  Kecoak membenci rumah yang bersih dan mencintai rumah yang bau dan tidak bersih.

0 komentar:

Post a Comment

 

All About Kids Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting