Tuesday, April 20, 2010

Si Paus Biru

Diposkan oleh Martina Felesia di 4:21 PM
Seekor ikan paus biru berenang di lautan luas.  Ia terpisah dari induknya dan berenang di tempat yang tidak dikenalnya.  Hanya ada lautan dan lautan.  Ia tidak menemukan satu pun ikan paus biru di tempat itu.  Diam-diam anak paus biru itu  menangis tersedu.  Rasa takut dan kesepian menerpa hari-harinya.  Bisakah ia menemukan ibunya?

Setelah lewat beberapa hari, sampailah ia di suatu pulau kecil yang cantik dan menarik.  Pantainya landai dan banyak anak kecil bermain di pasirnya yang putih.  Paus biru itu mendekat.  Tanpa sadar ia sudah sangat dekat ke tempat anak-anak itu bermain.  Dan......bluurrr.......segelung ombak melemparkannya ke tepi pantai.

Anak-anak yang sedang bermain di tepi pantai bersorak ketika melihat si paus biru.  Mereka terheran-heran melihat ada ikan besar yang terdampar di pantai itu.  Mereka menyentuh si Paus Biru dengan ragu.  Ikan apakah ini?

"Tolong.....tolonglah aku.....!" si Paus Biru merintih kesakitan.  Badannya terasa ngilu karena terlempar ke pantai dan paru-parunya sesak kemasukan pasir.

"Siapakah kamu?" kata anak yang paling besar.  Tanpa takut ia mendekat dan berbisik kepada si Paus Biru. 

"Aku si Paus Biru!  Aku sedang mencari ibuku.......huhuhu......!" tanpa sadar si Paus Biru menangis tersedu.  "Apakah kau tahu atau paling tidak pernah melihat ibuku?" ia bertanya lagi.

Anak lelaki itu menggeleng. Anak yang lain juga menggeleng.

"Wuuuaaaa.......!" makin kencang tangisan si Paus Biru.  "Aku rindu ibuku......aku mau pulang tapi aku tidak tahu kemana harus pulang.  Dan sekarang aku tersesat di pantai ini.  Bagaimana aku bisa mencari ibuku kalau begini?" ia menangis lagi.

"Jangan menngis Paus Biru.  Kami akan menolongmu.  Yang penting sekarang ini engkau bisa keluar dari pantai ini.  Paru-parumu tidak akan bertahan lama jika tetap berada di udara terbuka!" anak lelaki yang paling besar tadi menambahkan.

"Bagaimana caranya?" si Paus Biru bertanya.  Perlahan-lahan tangisannya berhenti.

"Kami akan mengeruk pasir di sekitarmu ke arah laut.  Jika dilakukan banyak anak, pasti air laut akan sampai kemari.  Jadi sambil menunggu air pasang, engkau tidak akan mati karena kekurangan air!"

Si Paus Biru tersenyum.  Ternyata di belahan dunia yang lainnya tidak sejahat yang dia kira.  Masih ada orang yang mau menolongnya.  Dalam hati ia berjanji akan selalu mengingt pertolongan itu.

Perlahan tapi pasti anak-anak yang sedang bermain di pinggir pantai mengeruk pasir pantai dan mengalirkan air laut ke dekat si Paus Biru.  Dan si Paus Biru bisa bertahan sampai air pasang mengangkatnya ke laut lagi.

Pada saat air pasang si Paus Biru melihat sesuatu.  Sepasang paus biru yang lebih besar datang menghampiri tempatnya.  Ternyata ayah dan ibunya datang mencarinya.

"Ayah....ibu......!" dengan gembira ia berenang mendekati mereka.  "Akhirnya kalian menemukanku....!"

"Iya....kami melihat kamu terdampar di sini dan ditolong oleh anak-anak ini.  Jadi kami menunggu dari jauh supaya bisa mendekatimu pada saat air mulai pasang lagi!" ibu si Paus Biru berkata. 

"Kalau begitu ayo kita pulang!" kata si ayah Paus.  "tapi sebelum itu ucapkan dulu terima kasih pada teman-teman barumu!"

"Terima kasih teman-teman...aku tidak akan melupakan pertolongan kalian!" si Paus Biru berpamitan.

Sejak saat itu dia menjalin persahabatan dengan anak-anak tepian pantai di mana ia dulu pernah terdampar. Dan pertemanan mereka berjalan sepanjang hayat untuk selama-lamanya. 

1 komentar:

Merlina Frandez on December 8, 2016 at 1:12 PM said...

Very Nice !

Furniture Rotan Sintetis

Post a Comment

 

All About Kids Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting